Ailee adalah putri tunggal dari keluarga bangsawan Earl Ophelia dan memiliki dua kakak laki-laki. Memiliki tingkatan bangsawan yang rendah membuat kehidupan keluarga mereka terasa cukup berat. Hanya karena mengenakan gaun yang sama, bangsawan lain kerap mencibir Ailee di belakang karena menganggap keluarga Ophelia tidak mampu membeli pakaian baru maupun perhiasan indah.
Bangsawan di atas tingkat Earl selalu memandang rendah mereka. Perjuangan sang kepala keluarga dalam membuktikan eksistensi mereka menjadi beban yang sangat berat, hingga akhirnya rasa stres dan tertekan itu dilimpahkan kepada Ailee.
Namun, di luar dugaan, Ailee tumbuh menjadi gadis yang berani. Meskipun sering dibentak dan dipukul oleh ayah kandungnya, Ailee tidak pernah goyah. Ia memupuk kebencian tersebut dan bertekad untuk membalas perbuatan ayahnya suatu hari nanti.
Beberapa tahun terakhir, Ailee menyadari bahwa keluarga Ophelia menjadi lebih makmur. Sang ayah bahkan memperluas wilayah dan menyumbangkan lebih banyak dana ke kas negara. Orang-orang mengira hal itu berkat kesuksesan besar di sektor perkebunan dan peternakan, karena secara fisik bidang tersebut memang terlihat semakin maju.
Kenyataannya, kekayaan mendadak itu berasal dari aksi pengkhianatan. Sang Earl rupanya bersekongkol dengan kerajaan musuh karena tergiur janji harta, takhta, dan kedudukan jika membantu mereka menaklukkan Zethiralda. Kemajuan perkebunan tersebut hanyalah hasil dari kerja sama yang tidak termaafkan.
Ailee diam-diam mengetahui kejahatan ini dan mulai mengumpulkan bukti. Ia sering beralasan ingin keluar rumah, padahal tujuannya adalah membangun relasi untuk memperkuat posisinya. Melalui izin pergi ke gereja, ia menjadi akrab dengan sosok Auxiliary Bishop. Meskipun ruang geraknya dibatasi, Ailee berhasil menjalin hubungan dekat dengan Guardian berambut pirang yang bersedia membantunya. Ia juga meminta bantuan teman masa kecilnya, seorang pria dari kalangan rakyat jelata yang merupakan aktor teater populer.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Ailee berhasil mencapai tujuannya. Setelah bukti terkumpul, ia melaporkan ayahnya kepada pihak kerajaan atas tuduhan bersekutu dengan musuh. Berkat kemampuan bicara dan pengetahuan yang ia miliki, Ailee berhasil membuat sang ayah dijatuhi hukuman eksekusi.
"Mereka berpikir wanita tidak bisa melakukan apa pun. Lihat apa yang bisa kulakukan hanya bermodalkan lisan."
Setelah kekuasaan ayahnya berakhir, Ailee menjadikan kakak tertuanya sebagai kepala keluarga. Kakak keduanya yang sempat kabur pun memutuskan untuk kembali ke pangkuan keluarga Ophelia.
Atas jasanya mencegah penjajahan terhadap Zethiralda, Ailee dianggap sebagai pahlawan. Ia pun ditawarkan untuk menimba ilmu di Rhetoric Souls sebagai bentuk apresiasi. Namun, Ailee merasa ragu. Ia curiga bahwa tawaran tersebut hanyalah cara kerajaan untuk menjauhkannya dari tokoh-tokoh berpengaruh yang ia gerakkan (Bishop, Guardian, dan aktor populer).
Pihak kerajaan tampaknya mulai takut pada kekuatan aliansi yang dimiliki Ailee. Terlebih lagi, masuk ke Rhetoric Souls sebenarnya masih dianggap tabu oleh masyarakat. Meskipun demikian, Ailee tetap menyetujuinya demi menjaga keamanan kedua kakak dan orang-orang tersayang dari ancaman masalah di masa depan.